Saturday, 7 January 2017

Makalah PPL SMK bab 1



BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang.
Pendidikan merupakan salah satu sektor penting dalam memajukan suatu bangsa. Peranan penting pendidikan antara lain pendidikan merupakan salah satu sarana mengembangkan segala potensi yang ada pada peserta didik, baik jasmani maupun rohani. pendidikan merupakan media pengembangan kemampuan berpikir, kemampuan bernalar,  serta kemampuan berkomunikasi peserta didik. Mengingat betapa pentingnya peranan pendidikan di atas, Indonesia sebagai bangsa yang sedang berkembang berusaha menyelenggarakan suatu sistem pendidikan nasional yang diwujudkan melalui lembaga pendidikan. Lembaga pendidikan yang ada meliputi pendidikan formal dan informal.

            Sekolah merupakan perwujudan dari pendidkan formal yang ada di Indonesia. Jenjang sekolah dimulai dari tingkat sekolah dasar (SD), tingkat sekolah menengah pertama (SMP), tingkat sekolah menengah atas (SMA), dan tingkat perguruan tinggi (PT). Sekolah sebagai lembaga, juga memiliki komponen-komponen penting agar suatu lembaga bisa beroperasi dengan baik. Komponen-komponen tersebut diantaranya adalah guru sebagai pendidik, siswa sebagai peserta didik, gedung sebagai tempat kegiatan belajar mengajar dan metode yang digunakan untuk proses belajar mengajar.
            Dalam proses belajar mengajar, guru merupakan sosok  yang paling dekat dengan siswa di lingkungan sekolah, sehingga guru dapat melihat langsung perkembangan siswa baik dalam akademik maupun dalam perkembangan mental, dan emosi siswa. Berhasil tidaknya proses belajar secara keseluruhan akan sangat tergantung pada guru. Oleh karena itu, guru harus mampu mengembangkan kepribadian anak didik ke arah kedewasaan serta prestasi yang optimal. Selain memiliki skill dalam menyampaikan materi kepada siswa, guru juga dituntut memiliki kemampuan lain yang lebih untuk menghadapi segala hambatan dan tantangan yang ada dalam proses belajar mengajar. Guru diharapkan mampu melihat, memahami dan mengantisipasi berbagai permasalahan yang muncul dalam proses pendidikan.
            Dalam kenyataannya sering sekali dijumpai anak didik yang sulit menerima dan memahami materi suatu mata pelajaran karena memiliki berbagai masalah, namun siswa enggan untuk bertanya dan mengungkapkan kesulitannya. Akibatnya siswa kurang berminat mengikuti mata pelajaran tersebut dan semangat belajar siswa menurun sehingga prestasi belajar siswa pun rendah. Peranan guru dalam hal ini sangatlah penting. Seorang guru yang baik harus dapat memahami situasi dan kondisi siswa dan dapat memecahkan permasalahan yang dialami siswa, sehingga masalah siswa teratasi dan siswa dapat berkembang semaksimal mungkin sesuai dengan bakat dan minatnya. Oleh karena itu, guru dituntut mampu berperan sebagai konselor yang mampu membantu menyelesaikan masalah siswa.
Sebagai konselor guru memberikan layanan bimbingan kepada siswa yang bermasalah dalam mengikuti pembelajaran di kelas. Layanan bimbingan siswa adalah pemberian bantuan kepada individu atau kelompok siswa agar dapat mengenali dirinya sendiri baik kemampuan yang dimilikinya ataupun kelemahannya. Selanjutnya siswa diharapkan dapat mengambil keputusan sendiri sekaligus mampu memecahkan masalahnya dan dapat menyesuaikan dirinya baik di lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat.
Untuk itu lembaga-lembaga pendidikan yang mencetak calon guru berupaya memberikan latihan yang cukup, diantaranya melalui kegiatan kegiatan Praktek Pengalaman Lapangan (PPL). Dengan adanya PPL tidak hanya memberikan pengalaman kepada guru praktikan sebagai tenaga pendidik yang handal dan profesional tetapi juga mencetak pendidik yang terampil dalam memahami masalah yang dihadapi oleh anak didiknya. Di samping itu, bagi praktikan studi kasus ini dapat memberikan pengalaman untuk menggali masalah yang dihadapi siswa serta membantu mencari pemecahan masalahnya. Hal ini merupakan pengalaman dan bekal yang amat berharga dikemudian hari ketika terjun dalam masyarakat. praktikan dapat mengetahui latar belakang permasalahan, mencari solusi penanganan terhadap siswa yang bermasalah.

B.     Pengertian Layanan Bimbingan Siswa.
Layanan bimbingan siswa merupakan salah satu metode pengumpulan data yang bersifat integratif dan komprehensif. Integratif berarti mempergunakan berbagai metode dan teknis pengumpulan data, sedangkan komprehensif berarti data yang dikumpulkan meliputi seluruh aspek individual secara lengkap dan mendalam berkaitan dengan layanan bimbingan siswa.
Bimbingan merupakan bantuan yang diberikan seseorang kepada orang lain sehubungan dengan kegiatan dalam membuat pilihan dalam rangka memecahkan masalah atau kesulitan.

Beberapa ahli mengidentifikasika tentang bimbingan, antara lain menurut:
1.        Frank W. Miller (1961)
Bimbingan adalah “suatu proses pemberian bantuan kepada individu-individu dalam mencapai pemahaman dan pengarahan diri agar dapat menyesuaikan diri secara maksimal terhadap sekolah, keluarga, dan lingkungan.”
2.        Buku petunjuk pelaksanaan PPL Universitas Negeri Malang
Layanan bimbingan siswa adalah “upaya untuk mengenal dan memahami serta menetapkan siswa kasus dengan kegiatan mengidentifikasi, mendiagnosa dan memberi pertimbangan penyelesaian masalah.”
3.        W. S Winkel dalam bimbingan dan penyuluhan di Sekolah
Bimbingan berarti “pemberian bantuan kepada seseorang atau kepada sekelompok orang dalam membuat pilihan-pilihan secara bijaksana dan dalam menyesuaikan diri terhadap tuntutan hidup.” (W. S Winkel, 1977:12)
4.        Mortensen dan Schumuller (1964)
Bimbingan adalah “suatu proses pemberian bantuan kepada individu secara berkelanjutan dan sistematis oleh seseorang yang telah mendapat latihan khusus. Pemberian bantuan ini dimaksudkan agar individu dapat memahami dirinya dan lingkungannya, dapat mengarahkan diri dan menyesuaikan diri dan lingkungannya, dan mengembangkan diri secara optimal untuk kesejahteraan dirinya dan masyarakat.”


5.        Lefever
Bimbingan adalah “sebagian dari proses pendidikan yang teratur dan sistematis guna membantu pertumbuhan anak atas kekuatannya dalam menentukan dan mengarahkan hidupnya sendiri, yang pada akhirnya ia dapat memperoleh pengalaman-pengalaman yang dapat memberikan sumbangan yang berarti bagi masyarakat.” (Priyatno dan Erman, 1994:94)

Berdasarkan pengertian bimbingan yang telah diuraikan oleh beberapa ahli di atas, maka dapat disimpulkan bahwa bimbingan adalah “usaha pemberian bantuan kepada orang lain (siswa) untuk memberikan alternatif-alternatif pemecahan dari masalah yang sedang dihadapinya.” Siswa dapat memilih dan menentukan alternatif penyelesaian masalah yang cocok bagi dirinya dalam usaha mengatasi kesulitan.
Unsur-unsur yang terkandung di dalam bimbingan yaitu:
1.      Bimbingan merupakan suatu proses berkelanjutan.
2.      Adanya seseorang atau kelompok orang yang bermasalah.
3.      Ada unsur pemberian bantuan.



C.    Tujuan Layanan Studi Kasus Kesulitan Belajar Bidang Studi
Menurut buku petunjuk pelaksanaan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) Keguruan Edisi 2011/2012 layanan studi kasus kesulitan belajar bidang studi bertujuan untuk mengenal latar belakang pribadi dan sosial siswa yang mengalami kesulitan belajar, khususnya kesulitan bidang studi serta memahami dan menetapkan jenis dan sifat kesulitan belajar, faktor-faktor penyebabnya dan penetapan kemungkinan pemecahannya, baik cara pencegahannya maupun penyembuhannya.
Tujuan dilakukannya layanan bimbingan peserta didik dapat dibedakan menjadi dua, yaitu tujuan umum dan tujuan khusus. Secara umum, tujuan dilakukan layanan bimbingan peserta didik adalah sebagai berikut:
1.      Mengenal latar belakang pribadi peserta didik yang bermasalah atau kesulitan.
2.      Membantu peserta didik dalam mengembangkan pengertian, pemahaman diri, dan kemampuan memecahkan masalah.
3.      Mengembangkan kemampuan peserta didik dalam merencanakan masa depan berdasarkan bakat, minat, dan kemampuan serta memahami dan menetapkan jenis, sifat, faktor penyebab, dan alternatif pemecahan timbulnya kembali masalah serupa.
Secara khusus, tujuan dilakukannya layanan bimbingan layanan bimbingan peserta didik dapat dirumuskan sebagai berikut:
1.      Untuk membantu mengatasi kesulitan belajar dari peserta didik kasus.
2.      Membantu peserta didik dalam memahami lingkungan.
3.      Membantu mengidentifikasi kesulitan dan alternatif pemecahan masalah.
4.      Membantu mengatasi kesulitan dalam menyalurkan bakat dan minat dalam merencanakan masa depan, baik yang menyangkut pendidikan maupun pekerjaan yang tepat.
5.      Untuk membantu mengatasi kesulitan belajar dan hubungan sosial.

D.    Manfaat  Layanan Bimbingan Siswa.
Kegiatan pemberian layanan bimbingan bermanfaat dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah. Dengan adanya layanan bimbingan, siswa akan lebih terbuka kepada guru sebagai orang tua di sekolah dan diharapkan siswa dapat menyelesaikan permasalahan yang dihadapinya secara mandiri dengan tepat .
Secara umum layanan bimbingan dapat memberikan manfaat bagi:
1.      Siswa/ Klien
Manfaat dari pelaksanaan layanan bimbingan bagi siswa/klien antara lain:
a.       Membantu siswa untuk memahami dirinya dalam rangka menemukan cara belajar yang baik.
b.      Membantu siswa dalam penyaluran kemampuan untuk menentukan pilihan cita-cita dan karir.
c.       Lebih mengenal dan memahami permasalahan yang sedang dihadapi dengan sebenarnya dan upaya pemecahannya.
d.      Membantu siswa dalam proses penyesuaian dengan lingkungan, baik lingkungan sekolah, keluarga, maupun masyarakat.
e.       Menyesuaikan diri terhadap kemampuan, bakat, minat yang dimiliki.

2.      Mahasiswa PPL
Manfaat layanan bimbingan ini bagi guru praktikan adalah sebagai berikut:
a.        Wahana berlatih dalam menyelesaikan permasalahan yang dihadapi siswa, sebagai refleksi pengetahuan yang diterima di bangku perkuliahan untuk menunjang profesionalisme sebagai guru.
b.      Masukan untuk lebih memahami dunia dan karakter anak didik serta masalah yang dihadapi dan bagaimana cara membantu dalam mengatasi masalah yang dihadapi siswa.
3.      Sekolah
Manfaat layanan bimbingan ini bagi sekolah adalah sebagai berikut:
a.       Bahan pertimbangan untuk mengambil kebijaksanaan dalam proses belajar mengajar dalam rangka membantu siswa yang mengalami kesulitan dalam belajarnya.
b.      Alat untuk memonitor kondisi siswa,  perkembangan siswa, peningkatan kualitas pendidikan pada umumnya, sehingga dapat merencanakan kegiatan belajar sesuai dengan kemampuan siswa.
c.       Masukan dalam penentuan kebijaksanaan yang berhubungan dengan perencanaan dan pelaksanaan program layanan kesulitan belajar konseling.
4.      Wali murid (orang tua siswa)
Manfaat layanan bimbingan ini bagi orang tua siswa adalah sebagai berikut:
a.      Membantu dalam memahami serta mengerti kondisi dan keadaan anaknya.
b.       Lebih mencurahkan perhatian demi perkembangan anaknya secara optimal.
c.      Dapat membimbing  dan mengarahkan anaknya dalam mengambil langkah-langkah yang sesuai cita-citan anaknya.

E.     Metode Pengumpulan Data
Sebelum memberikan bantuan kepada siswa bermasalah, maka data dan informasi yang lengkap dan akurat, yang bersifat objektif harus didapatkanterlebih dahulu. Dalam hal ini penulis menggunakan beberapa teknik pengumpulan data. Adapun metode yang digunakan untuk memperoleh data yang diperlukan dalam layanan bimbingan siswa adalah :
1.      Metode Observasi
Metode ini dilakukan dengan mengamati keadaan, sikap dan tingkah laku yang dilakukan siswa bermasalah baik di kelas maupun di luar kelas.
2.      Metode Check List
Metode ini sebagai pelngkap dari metode angket yang bertujuan untuk menemukan beberapa keadaan siswa bermasalah dimana nantinya akan membantu dalam penanganan atau penganalisaan data untuk memperoleh masalah serta bagaimana cara memecahkan masalah tersebut.
3.      Metode Wawancara
Metode ini dilakukan untuk mendapatkan data yang kurang lengkap, dalam metode ini penulis mengadakan wawancara dengan berbagai pihak.



F.     Konfidensialitas
Dalam langkah ini, setelah diperoleh data dari siswa bermasalah yang perlu diperhatikan adalah unsur kerasiaan data, agar siswa bermasalah bersedia mengutarakan dengan jujur tanpa ada rasa ragu dan takut. Setiap layanan bimbingan harus dapat menjamin konfidensial/kerahasiaan semua data siswa bermasalah,kecuali kalau data tersebut dimanfaatkan demi kepentingan siswa bermasalah. Dalam hal ini identitas siswa bermasalah harus tetap dirahasiakan dengan cara ditulis fiktif, artinya identitas siswa bermasalah yang dipakai adalah samaran dan identitas yang asli menjadi catatan khusus bagi guru/konselor.
Dengan demikian, apabila laporan ini dibaca oleh pihak lain, maka kerahasiaan dan identitas siswa bermasalah tetap terjaga.

G.    Alasan Memilih Klien
Dalam penyusunan layanan bimbingan ini penulis sengaja memilih siswa yang bersangkutan untuk dibahas kasusnya, berdasarkan pengamatan penulis pada siswa bermasalah dan tingkah lakunya disekolah.
Terutama pada saat berlangsungnya proses belajar mengajar dikelas. Alasan memilih siswa bermasalah tersebut adalah :
1.      Kurang antusias dalam mengikuti pelajaran
2.      Terlalu banyak ngobrol dengan teman ketika guru menerangkan
3.      Kurang rapi dalam berpakaian
4.      Kurang serius dalam KBM, ketika guru memberi pertanyaan
5.      Membuat gaduh kelas ketika proses KBM
6.      Sering melamun dikelas
7.      Sering terlambat masuk kelas
Dengan melihat fakta yang ada maka penulis beranggapan bahwa keadaan di atas harus segera diatasi karena jika tidak, akan menyebabkan kesulitan bagi klien. Juga berdasarkan pertimbangan diatas prestasi siswa bersangkutan dikhawatirkan akan banyak terganggu. Oleh karena itu penulis memilih siswa tersebut untuk dijadikan siswa bermasalah dalam pembahasan lay

No comments:

Post a Comment