IKLAN JASA

Home » » Penerapan Pembelajaran Kooperatif Model Think Pair Share (TPS) Untuk Meningkatkan Motivasi dan Hasil Belajar Siswa Mata Manajemen Perkantoran Kelas X Apk di SMK Ardjuna 01 Malang.

Penerapan Pembelajaran Kooperatif Model Think Pair Share (TPS) Untuk Meningkatkan Motivasi dan Hasil Belajar Siswa Mata Manajemen Perkantoran Kelas X Apk di SMK Ardjuna 01 Malang.

Abstrak

ABSTRAK
Fatmawati, Dina. 2008. Penerapan Pembelajaran Kooperatif Model Think Pair
Share (TPS) Untuk Meningkatkan Motivasi dan Hasil Belajar Siswa Mata
Manajemen Perkantoran Kelas X Apk di SMK Ardjuna 01 Malang.
Skripsi, Program Studi Pendidikan Administrasi Perkantoran, Jurusan
Manajemen, Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing:
(1) DR. Sopiah, M.Pd, M.M; (2) Drs. Sarbini.


Kata Kunci: Pembelajaran Kooperatif, Think Pair Share, Motivasi Belajar, Hasil
Belajar
Salah satu upaya yang dilakukan pemerintah untuk meningkatkan kualitas
pendidikan adalah pada proses pembelajaran yang lebih menekankan pada
kemampuan penalaran siswa. Think Pair Share (TPS) merupakan pendekatan
yang mengacu pada pembelajaran ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
penerapan pembelajaran kooperatif model TPS dan tingkat motivasi serta hasil
belajar siswa mata diklat Manajemen Perkantoran di SMK Arjuna 01 Malang.
Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan
kualitatif, dengan jenis penelitian tindakan kelas (PTK) yang terdiri dari dua
siklus. Siklus I dan Siklus II di tempuh selama dua kali pertemuan. Masingmasing
siklus terdiri dari empat tahap yaitu tahap perencanaan, pelaksanaan,
observasi dan refleksi. Tindakan yang diberikan pada siklus I dan siklus II berupa
penerapan pembelajaran kooperatif model TPS. Materi yang digunakan dalam
penelitian ini adalah pengantar administrasi perkantoran.
Hasil penelitian penerapan pembelajaran kooperatif model TPS adalah
sebagai berikut: (1) penerapan pembelajaran kooperatif model TPS dilihat dari
aktivitas belajar siswa mengalami peningkatan sebesar 70,3 dengan kategori baik
meningkat menjadi 85,55 dengan kategori sangat baik; (2) Motivasi belajar siswa
dibagi dalam dua sumber yaitu motivasi intrinsik dan motivasi ekstrinsik; (3) hasil
belajar siswa dinilai berdasarkan hasil tes tulis yang mengalami peningkatan ratarata
kelas dari 70 menjadi 75,52 dengan jumlah ketuntasan sebanyak 28 siswa
meningkat menjadi 36 siswa.
Kelemahan dari pembelajaran TPS ini adalah kurangnya fasilitas belajar
siswa seperti buku pelajaran Manajemen Perkantoran, sehingga menghambat
proses belajar mengajar.
Berdasarkan Hasil penelitian maka peneliti mengajukan saran: (1) sekolah
dapat menjadikan pembelajaran kooperatif model TPS untuk meningkatkan
motivasi serta hasil belajar di kelas; (2) untuk peneliti berikutnya, hendaknya
dapat menerapkan model pembelajaran TPS ini pada mata diklat lain; (3) sekolah
perlu menyediakan sarana dan prasarana yang memadai.

0 comments:

Post a Comment