Rabu, 14 Desember 2011

perhitungan pendapatan nasional

BAB II
PEMBAHASAN

1.1 Jenis-Jenis Pendapatan Nasional
Istilah pendapatan nasional merupakan pengertian yang agak komplek. Dalam istilah pendapatan nasional terkandung lima tingkat pendapatan. Adapun lima tingkat pendapatan yang dimaksud adalah:

1.      Produk Nasional Kotor (Gross National Product)
GNP adalah jumlah nilai dari barang dan jasa yang dihasilkan oleh suatu masyarakat dalam waktu satu tahun berdasarkan harga pasar yang berlaku. Dalam . GNP berdasarkan harga pasar, haruslah diperhatikan jangan sampai terjadi perhitungan ganda(double accounting). Dalam konsep GNP ini meliputi barang-barang dan jasa yang dihasilkan oleh seluruh warga negara suatu negara, baik yang ada didalam negeri ataupun yang ada diluar negeri.


2.      Produk Nasional Bersih(Net National Product)
NNP diperoleh dari jumlah GNP setelah dikurangi dengan barang modal untuk penggantian. Tentang penyusutan bagi peralatan produksi yang terpakai dalam produksi umumnya bersifat tafsiran, sehingga mungkin saja kurang tepat dan dapat menimbulkan kesalahan meskipun relatif kecil.

3.      Pendapatan Nasional Bersih(Net National Income)
NNI diperoleh dari NNP setelah dikurangi dengan pajak tidak langsung. Yang dimaksud dengan pajak tidak langsung adalah pajak yang bebannya dapat digeserkan kepada pihak lain. Misalnya penjualan pajak impor dan sebagainya.




4.      Personal Income
·      Personal income ini dapat diperhitungkan dari NNI dikurangi dengan Pajak perseroan, yaitu pajak yang dibayarkan oleh setiap badan usaha kepada pemerintah.
·      Laba yang tidak dibagi, yaitu sejumlah laba yang tetap ditahan didalam perusahaan untuk beberapa tujuan tertentu, misal untuk keperluan perluasan perusahaan.
·      Iuran pensiun, yaitu iuran yang dikumpulkan oleh setiap tenaga kerja dan setiap perusahaan dengan maksud untuk dibayarkan kembali setelah tenaga kerja tersebut mencapai umur tertentu, misalnya untuk keperluan perluasan perusahaan.
Untuk personal income ini harus kita tambahkan dengan transfer payment. Yang dimaksud transfer payment adalah pembayaran-pembayaran dari negara yang dibayarkan kepada orang-orang tertentu., dan pembayaran tersebut bukan merupakan balas jasa untuk tahun-tahun sebelumnya, atau pembayaran pada seseorang yang sebenarnya berasal dari income orang lain.
Adapun contoh-contoh dari transfer payment adalah:
·      Pembayaran pada orang yang sudah pension.
·      Tunjangan para veteran.
·      Dana-dana social(pembayaran untuk parra penganggur)

5.      Diposable Income
Diposable income adalah jenis pendapatan yang siap untuk dimanfaatkan. Diposible income ini diperoleh dari personal income setelah dikurangi dengan pajak langsung. Yang dimaksud pajak langsung adalah pajak yang bebannya tidak dapat digeser kepada pihak lain/ langsung ditanggung oleh wajib pajak.
Dari penjelasan yang menyangkut jenis-jenis pandapatan nasional diatas selanjutnya dapat disederhanakan sebagai berikut:
·         Gross National Product(GNP) terdiri atas:
A.    Upah + tunjangan(wages and supplement  to employess)
B.     Penghasilan perusahaan perseorangan(net income of unincorporated enterprise)
C.     Persewaan rumah, tanah(rent)
D.    Bunga(interest)
E.     Devident
F.      Keuntungan perusahaan yang tidak dibagikan( net corporate profit)
G.    Pajak perusahaan(indirect business taxes)
H.    Pajak tidak langsung(depreciation)
I.       Penyusutan (depreciation)
·         GNP (-) depreciation = NNP
(NNP =  A sampai dengan H)
·         NNP (-) indirect taxe = NNI
(NNI =  A sampai dengan G)
·         Personal Income =  NNI
(-) net corporate profit
(-) business tax
(-) social security tax contribution
(+) transfer payment
·         Diposable Income = Personal Income – Pajak Langsung

1.2 Cara Perhitungan Pendapatan Nasional
ada tiga yang dipergunakan untuk menghitung besarnya pendapatan nasional. Ketiga cara/metode yang dimaksud berturut-turut adalah sebagai berikut:

1.      Metode Pendekatan Produksi
Dalam ekonomi mikro, menghitung pendapatan rumah tangga adalah dengan cara menjumlahkan nilai seluruh barang dan jasa yang dihasilkan oleh anggota rumah tangga dari beragai sumber. Misalnya pendapatan rumah tangga petani adalah nilai dari seluruh produksi yang dihasilkan oleh seluruh anggota rumah tangga tersebut, baik itu dijual, seperti padi, ikan, ayam, hasil kebun karet, dan lain-lain; dan yang tidak dijual (konsumsi sendiri) seperti sayur-sayuran, ikan yang ditangkap di sungai, dan lain-lain, ditambah dengan nilai pekerjaan bila anggota keluarga bekerja diluar pertanian, misalnya berdagang, dan lain-lain.
Cara penghitungan seperti ini disebut dengan penghitungan produksi atau output dengan pendekatan produksi. Cara yang sama diterapkan dalam menghitung GDP yaitu dengan menghitung nilai tambah bruto atau nilai akhir dari seluruh barang dan jasa yang diproduksi oleh seluruh unit ekonomi suatu negara dalam periode tertentu, biasanya dalam satu tahun. Nilai tambah didapatkan dengan cara menghitung nilai akhir seluruh barang dan jasa tersebut kemudian dikurangi dengan biaya bahan baku dan bahan penolong dari barang dan jasa tersebut.
seluruh nilai produksi barang dan jasa yang dihasikan oleh sektor dan subsektor ekonomi yang ada di suatu negara.
Perbedaannya penghitungan pengeluaran rumah tangga dengan pengeluaran pelaku ekonomi dalam sebuah negara adalah dari sisi ukuran; pengeluaran nasional atau Produksi Nasional adalah dalam ukuran agregate sehingga disebut dengan pengeluaran aggregate (Aggregate Spending), sedangkan pengeluaran rumah tangga dalam ukuran yang jauh lebih kecil, disebut dengan pengeluaran rumah tangga.
Contoh cara menghitung nilai tambah
no
Jenis kegiatan
Nilai produksi
(dalam rupiah)
Nilai tambah
(dalam rupiah)
1
Mengambil kayu dihutan
50
50
2
Menggergaji papan
200
150
3
Membuat perabot
600
400
4
Menjual perabot ditoko
800
200

Jumlah nilai tambah

800

2.      Metode Pengeluaran
Perhitungan pendapatan nasional dengan cara pengeluaran dilakukan dengan jalan menjumlahkan nilai barang-barang jadi yang dihasilkan dalam perekonomian. Daam menghitung niai pendapatan nasional menurut cara pengeluaran adalah penting untuk membedakan dengan sebaik-baiknya diantara barang-barang jadi dan barang-barang setengah jadi. Tindakan itu perlu dilakukan, untuk menghindari terjadinya perhitungan dua kali atas nilai barang-barang dan jasa-jasa yang diproduksikan.

·         Pengeluaran konsumsi rumah tangga
Nilai belanja yang dilakukan oleh rumah tangga untuk membeli berbagai jenis kebutuhannya dalam satu tahun tertentu dinamakan pengeluaran konsumsi rumah tangga. Tidak semua transaksi yang diakukan oleh rumah tangga digolongkan sebagai konsumsi(rumah tangga). Pengeluaran untuk membeli rumah digolongkan sebagai investasi. Pengeluaran-pengeluaran seperti membayar asuransi dan mengirim uang kepada orang tua (atau anak yang sedang sekolah) tidak digolongkan sebagai konsumsi karena ia tidak merupakan pengeluaran-pengeluaran atas barang dan jasa yang dihasilkan dalam perekonomian.
·         Pengeluaran pemerintah
Berbeda dengan rumah tangga, yang membeli barang untuk memenuhi kebutuhannya, pemerintah membeli barang terutama untuk kepentingan masyarakat. Yang termasuk dalam pengeluaran ini antara lain pengeluaran untuk menyediakan fasilitas pendidikan dan kesehatan, pengeluaran gaji untuk pegawai pemerintah, dan juga pengeluaran untuk mengembangkan infrastruktur untuk kepentingan masyarakat. Pembelian pemerintah atas barang dan jasa dapat digolongkan kepada dua golongan utama, yaitu konsumsi dan investasi pemerintah.
·         Pembentukan modal sektor swasta
Pembentukan sector swasta akan lebih penting dinyatakan sebagai investasi. Yang dimaksud dalam pembentukan modal sector swasta adalah pengeluran untuk membeli barang modal yang dapat menaikkan produki barang dan jasa dimasa akan datang.
·         Ekspor netto
Yang dimaksud dengan ekspor netto adalah nilai ekspor yang dilakukan suatu negara daam suatu tahun tertentu dikurangi dengan nilai impor dalam periode yang sama. Ekspor suatu negara biaanya terdiri dari barang dan jasa yang dihasilkan didalam negeri. Oleh sebab itu nilainya harus dihitung kedalam pendapatan nasional.
3.      Metode Pendapatan
Perhitungan pendapatan nasional dengan metode pendapatan ini dapat dilakukan dengan cara menghitung seluruh pendapatan dari seluruh warga negara/masyarakat yang berasa dari penggunaan factor-faktor produksi. Adpun golongan-golongan masyarakat yang mempunyai pendapatan itu adalah:
·         Pendapatan para pekerja, yaitu gaji dan upah
·         Pendapatan dari usaha perseorangan (perusahaan perseorangan)
·         Pendapatan dari sewa
·         Bunga netto, yaitu seluruh nilai pembayaran bunga yang dilakukan dikurangi bunga atas pinjaman konsumsi dan bunga pinjaman pemerintah.
·         Pendapatan dari keuntungan perusahaan
Dinegara maju dimana administrasi perpajakannya sudah demikian maju dan tertib, kesadaran tentang pentingnya arti perpajakan sudah demikian tingginya, maka jumlah pendapatan masyarakat dapat diketahui melalui pajak pendapatan. Hal yang demikian tentunya kemungkinan kecil daterapkan di Indonesia. Kesadaran wajib pajak dinegeri kita masih sangat memprihatinkan, orang Indonesia lebih cenderung untuk menghindari dari kewajiban pajak, daripada dengan sadar menjadi wajib pajak yang baik.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar