IKLAN JASA

Home » » Penerapan Pembelajaran Kooperatif Model Think Pair Share Untuk Meningkatkan Hasil Belajar

Penerapan Pembelajaran Kooperatif Model Think Pair Share Untuk Meningkatkan Hasil Belajar


Rahmawati, Nur Laili. 2010. Penerapan Pembelajaran Kooperatif Model Think Pair Share Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Mata Pelajaran IPS Bidang Sejarah Pada Siswa Kelas VII D MTS Negeri Megaluh, Jombang Tahun Ajaran 2009/2010. Skripsi, Jurusan Sejarah Program Studi Pendidikan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dr. Hj. Siti Malikhah Towaf, M.A.
Kata Kunci: Pembelajaran kooperatif, model Think Pair Share, hasil belajar.


Berdasarkan hasil wawancara dan observasi awal yang dilakukan peneliti pada guru dan siswa kelas VII D MTS Negeri Megaluh, menunjukkan bahwa selama ini guru yang mengajarkan mata pelajaran sejarah belum pernah menggunakan pendekatan kooperatif, termasuk model Think Pair Share dalam mengajar di MTS Negeri Megaluh.
Metode yang sering digunakan guru dalam pembelajaran sejarah adalah metode konvensional (metode ceramah). Permasalahan pembelajaran yang dihadapi oleh guru adalah hasil belajar siswa yang rendah dan kurang memuaskan. Dan siswa kurang dapat bekerjasama dengan anggota kelompoknya serta kondisi kelas yang cenderung ramai pada saat kegiatan pembelajaran sejarah berlangsung. SKM individual yang ditetapkan pada mata pelajaran sejarah yaitu sebesar 70. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, maka dibutuhkan suatu model pembelajaran yang bisa meningkatkan hasil belajar siswa.
Model pembelajaran yang bisa diterapkan adalah salah satu metode pembelajaran kooperatif dengan model Think Pair Share. Model Think Pair Share ini terdiri atas tahapan-tahapan yaitu tahap berpikir secara individu, tahap berpasangan, dan tahap berbagi. Setiap tahapan dalam model tersebut menuntut siswa untuk lebih aktif dalam proses pembelajaran, sehingga siswa dapat bekerja secara efektif dan dapat meningkatkan hasil belajar siswa menjadi lebih baik.
Penelitian ini mempunyai rumusan masalah sebagai berikut: 1) bagaimana pelaksanaan pembelajaran sejarah sebelum penerapan pembelajaran kooperatif model Think Pair Share, 2) bagaimana hasil belajar siswa pada mata pelajaran sejarah di kelas VII D MTS Negeri Megaluh sebelum diterapkannya pembelajaran kooperatif model Think Pair Share, 3) bagaimana penerapan pembelajaran kooperatif model Think Pair Share pada mata pelajaran sejarah pada siswa kelas VII D MTS Negeri Megaluh, 4) bagaimana hasil belajar siswa setelah diterapkan pembelajaran kooperatif model Think Pair Share pada siswa kelas VII D MTS Negeri Megaluh.
Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan jenis penelitian tindakan kelas. Subyek penelitian adalah siswa kelas VIID MTS Negeri Megaluh yang berjumlah 30 orang siswa. Untuk menjawab rumusan masalah yang pertama dan kedua, peneliti menggunakan data kualitatif dengan melakukan observasi awal, wawancara, dan pengamatan langsung di kelas.
Sedangkan untuk menjawab rumusan masalah yang ketiga dan keempat, peneliti melaksanakan tindakan penelitian bertindak sebagai pengamat dan guru yang melaksanakan tindakan, peneliti mengamati aktivitas guru dan siswa pada saat proses pembelajaran berlangsung, melakukan tes pada tiap akhir siklus, dan melakukan wawancara serta merefleksi hasil penelitian dengan guru mata pelajaran sejarah.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran kooperatif model Think Pair Share yang dilakukan pada mata pelajaran sejarah pada siswa kelas VII D MTS Negeri Megaluh dapat meningkatkan hasil belajar siswa dan kerjasama antar siswa dalam kelompok. Dibuktikan dengan adanya peningkatan jumlah siswa yang memenuhi SKM yaitu sebesar 70, sebelum tindakan dilakukan dengan melihat nilai hasil pre tes jumlah siswa yang memenuhi SKM atau tuntas belajarnya sebanyak 10 siswa (33,33%), sedangkan setelah dilaksanakan tes akhir pada siklus1jumlah siswa yang memenuhi SKM atau tuntas belajarnya dilihat dari aspek kognitif sebanyak 23 siswa (76,67%) dan pada siklus II mengalami peningkatan yang cukup signifikan, jumlah siswa yang tuntas belajar karena telah memenuhi SKM sebanyak 27 siswa (90%). Sedangkan pada aspek afektif jumlah siswa yang tuntas belajar karena telah memenuhi SKM juga mengalami peningkatan yang cukup signifikan yaitu sebanyak 12 siswa (40%) pada siklus 1, dan pada siklus II jumlah siswa yang tuntas belajar meningkat menjadi 27 siswa (90%). Berdasarkan hasil penelitian tersebut, maka disarankan agar dilakukan penelitian lagi mengenai model Think Pair Share pada mata pelajaran sejarah untuk memantapkan hasil yang telah diperoleh sebelumnya.

0 comments:

Post a Comment